Sabtu, 11 Februari 2012

Professor Berkata , Sebuah Ice Breaker

Permainan ini bisa untuk 50-100 orang, daLam bentuk Lingkaran, Permainan dilakukan dengan cara berdiri. Pemain yg sdh melakukan kesalahan disuruh duduk (harus jujur). Pembawa Acaranya terLebih dahuLu harus menjeLaskan kepada pemain bahwa, setiap pemain wajib melakukan perintah pembawa acara (professor), HANYA JIKA, didahului oleh kata 'PROFESOR BERKATA' . MisaLnya ' Professor berkata 'pegang hidung dengan tangan kanan' semua wajib melakukannya..perintah professor berkata sebaiknya dilakukan dengan 3 kaLi berturut2 supaya membuat pemain terbiasa.. Aba2 keempat misalnya 'angkat kaki kiri', para pemain yg mengangkat kaki kiri berarti sdh melakukan kesalahan karena aba2 tersebut tidak didahului 'professor berkata'..dan seterusnya.. Puncak permainannya, Saat pemainnya sudah kurang dri 10 orang, Pembawa acara mengucapkan 'permainan seLesai , silahkan duduk'.. Bs dipastikan hmpir semua pemain duduk padahL hrusnya tidak boleh. Khan perintah 'permainan seLesai dan siLahkan duduk' tidak didahului oleh kata 'Professor berkata'..

NB: Permainan tidak perlu dilakukan terburu-buru, professor boleh memperlambat kata-katanya untuk membuat suasana sdikit relax. Untuk memperhangat suasana, boleh ditambahi perintah 'Professor berkata, kenaLan duLu yang beLum saLing kenaL, professor beri wktu 1 menit'.

Kamis, 09 Februari 2012

Pacaran di usia remaja

Tulisan ni sebenarnya tugas dari sekolahannya Tari sodara ku yang lagi sekolah di malang, tapi berhubung karena masalah yang dibahas dia cukup menarik.. aku masukin di blog sndiri deh...

 Masa remaja atau istilah anak jaman sekarang ABG sangat identik dengan masa pubertas. Masa pubertas ditandai dengan berkembangnya tanda seksual primer dan sekunder pada remaja karena pengaruh hormon seksual . Hormon yang ada di dalam tubuh  laki-laki adalah testosteron dan hormone pada perempuan adalah hormone progesterone dan estrogen. Masa remaja adalah masa yang paling indah. Anak-anak remaja atau aanak sekolahan kebanyakan menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga besar kemungkinan banyak yang berpacaran yang diawali dari persahabatan.
Pacaran adalah sebuah kata yang sangat menarik untuk dibahas. Karena hampir semua orang dewasa sudah melalui tahap ini. Ada segudang bpengalaman yang bisa diceritakan dari pacaran.  Ada yang berpandangan bahwa pacaran itu adalah suatu waktu yang dikhususkan untuk mengenal lebih lagi calon pasangan hidup. Pertanyaan yang paling sering diajukan orang ketika membicarakan tentang pacaran yang baik adalah kapan seseorang boleh berpacaran. Mengenai waktunya, pendapat setiap orang-orang berbeda, ada banyak orang yang berpendapat bahwa umur 17 tahun sebagai standar umum kedewasaan sudah baik untuk berpacaran, namun dari banyak pengalaman yang terjadi jarang hubungan berpacaran yang dilakukan dalam umur segitu yang bertahan lama dan bertahan sampai kepada hubungan yang serius, mungkin dari faktor kematangan dalam berpikir serta jiwa kekanak-kanakan yang masih melekat. Ada pula orang-orang yang berpendapat bahwa pacaran biasa dimulai ketika sudah menginjak bangku kuliah, karena di umur segitu cara berpikirnya sudah semakin dewasa dan mulai mandiri, tetapi sangat banyak kegagalan dalam hubungan berpacaran yang terjadi dalam rentang umur segitu.
Pacaran menjadi salah satu pergaulan yang lagi trend  di lingkungan sekolah, pertemuan yang terlalu sering dan cara pergaulan di sekolah bisa menciptakan gaya berpacaran di sekolah sehingga banyak remaja menjadikan pacaran sebagai hal yang wajib mengikuti trend yang ada. Bagi remaja hal itu menjadi suatu kebanggan ketika berpacaran karena menunjukkan bahwa mereka sudah dewasa dan mampu mendapatkan pacar seperti yang lainnya.
           Seorang pakar psikologi dari salah satu universitas swasta terkenal di Jakarta, mengatakan bahwa pacaran bisa berdampak positif maupun negative pada remaja, terutama dalam hal prestasi di sekolah. Bisa meningkat maupun menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan yang dapat membuat pasangan bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu akan mempengaruhi prestasi di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka. Dalam pengalaman sehari-hari  yang banyak terjadi adalah dampak negative, karena dari pola pikir yang masih belum dewasa dan umur yang belum cukup, para remaja akan cenderung untuk berpacaran dengan melupakan tugas utamanya yaitu belajar.
Dampak yang kedua adalah masalah pergaulan sosial di sekolah. Pergaulan remaja bisa jadi tambah luas, bisa juga malah menyempit. Jika pola interaksinya hanya terus-terusan berdua dan tidak melibatkan saudara, teman atau  keluarga maka akan menyempit apalagi jika sang pacar membatasi pergaulan dengan orang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain pacarnya sendiri).
Dampak yang ketiga adalah dalam hal waktu, bisa jadi tambah bervariasi atau justru malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran membuat para remaja jadi tidak produktif (mengobrol, nonton, makan, dan jalan-jalan), namun juga bisa menjadi produktif jika diisi dengan hal-hal bermanfaat seperti olahraga bersama, berkebun.
Dampak yang keempat adalah dalam hal kedekatan. Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah kedekatan dan keintiman secara badaniah. Mungkin awalnya memang sebagai tanda ungkapan kasih sayang, namun bisa berubah menjadi  nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan..
Dampak kelima yaitu bisa menimbulkan masalah yang berakibat stress. Hubungan yang dijalani oleh para remaja tentunya tidak akan semulus yang diharapkan. Umumnya remaja memulai hubungan pacaran tanpa adanya komitmen dan tujuan yang jelas. Ketidaksiapan seperti ini akan memudahkan untuk terciptanya stress jika ada masalah.
Dampak keenam adalah kebebesan pribadi berkurang. Interaksi yang terjadi dalam hubungan berpacaran remaja akan menyebkan ruang dan waktu akan menjadi sangat sempit, karena hampir waktu-waktunya diisi dengan  bersama.
Dampak ketujuh adalah terciptanya perasaan aman, tenang, nyaman dan terlindungi. Dampak inilah yang selalu diimpi-impikan setiap remaja yang hendak berpacaran. Hubungan emosional , yaitu saling mengasihi dan peduli akan menciptakan kondisi yang nyaman dan bahagia dalam kehidupan remaja sehingga mereka akan merasa lebih menikmati hidup dan menjadi situaasi yang kondusif baginya untuk hidup produktif.
Yang terburuk adalah ketika para remaja berpacaran dengan cara yang tidak sehat yang berujung pada pernikahan dini. Sebaiknya sedari dini anak dibimbing untuk berpacaran pada usia mapan dan siap menikah. Jika anak remajanya sudah terlanjur berpacaran orang tua harus bijaksana dalam menanggapinya tanpa harus memaksa anaknya sehingga terjadi hubungan ‘backstreet’, anaknya sebaiknya diajarkan untuk mengenalkan pacarnya ke orang tua sehingga orang tua bisa mengenal dengan siapa anaknya bergaul dan menjalin hubungan dekat. Anak harus dididik tidak boleh menonton film porno atau buka website porno di internet karena akan sangat berpengaruh pada pikiran para remaja. Di usia remaja adalah masa di mana segala macam keinginan atau coba-coba terhadap pengalaman baru. Karena itu selain bimbingan orang tua, yang tak kalah pentingnya adalah kerohanian anak remaja itu sendiri, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing.
Masalah utama dalam berpacaran pada umur remaja yang kerapkali muncul adalah ketidakcocokan karena masing-masing tidak ada yang mau mengalah dan cenderung mempersalahkan yang lainnya.  Masalah lainnya adalah karena salah satu pihak atau bahkan tidak sedikit keduanya menjalin hubungan pacaran dengan orang lain, istilah anak muda jaman sekarang adalah selingkuh mengikuti istilah penyelewengan di dalam rumah tangga. Masalah yang juga tidak kalah banyak terjadi, adalah karena orang tua tidak setuju anaknya berpacaran, mungkin alasan orang tua karena anaknya masih sekolah bisa juga karena alasan perbedaan yang bersifat SARA. Tidak sedikit pacaran dilakukan dengan ‘backstreet’ yaitu hubungan dengan cara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orang tua dan keluargannya. Hubungan seperti ini biasanya tidak bertahan lama karena lambat laun akan ketahuan, selain itu berakhir putus karena jenuh terus-menerus bersembunyi dan banyak berbohong. Sangat sedikit hubungan pacaran dari usia remaja yang berlanjut ke arah yang serius atau ke jenjang rumah tangga. Ada juga yang bisa sampai ke pernikahan karena terpaksa, dengan kata lain karena terlanjur hamil karena pacaran yang tidak sehat. Karena itu orang tua juga sangat penting perannya untuk tetap mengawasi anaknya dalam berpacaran. Jika remaja berpacaran sebaiknya dikenalkan dengan orang tua, dan setiap masalah harus terbuka ke orang tua, sehingga anaknya tidak salah langkah dalam berpacaran dan melakukan hal-hal yang bisa merusak masa depannya.
Pacaran bukan hanya proses untuk saling mengenal tetapi lebih kepada waktu di mana kamu bisa belajar mendewasakan diri dan latihan untuk mengendalikan ego. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang egois dan cenderung selalu membenarkan diri. Butuh umur yang cukup matang dan pengalaman yang banyak untuk bisa menjadi pribadi yang dewasa dan layak untuk bisa menjalin hubungan berpacaran yang sehat.
Mengingat bahwa dampak negative lebih banyak dari dampak positifnya, alangkah baiknya jika di usia remaja tidak terburu-buru pacaran karena ujung-ujungnya semua akibatnya berdampak kepada fokus belajar yang teralihkan dan hasil akhir dari semuanya yaitu penurunan prestasi di sekolah. Sebuah kejadian penting yang berpengaruh penting buat masa depan. Pentingnya peranan orang tua membimbing dan mengarahkan anaknya untuk pacaran di waktu yang tepat tanpa mengekang dan terlalu keras pada anaknya. Selain itu para siswa atau remaja harus menyibukkan diri dengan bersaing dalam prestasi serta ekstrakulikuler seperti olahraga dan kepramukaan, sehingga dari kegiatan itu mereka bisa bergaul dengan sehat dan bersahabat tanpa harus mengorbankan proses belajarnya.

koass 1

uhhh.. capek juga semalam harus mindah2in barang dari purwakarta ke jakarta.. sebuah jarak yg lumayan jauh.. blum lagi ditambah barang bawaan yg lumayan berat.. saat menulis tentang ini, aku uda koass setahun dan uda hampir kelar.. koass yang pindah2 rumah sakit, dari satu kota ke kota lainnya memang kadang2 bikin penat pikiran dan badan..blum lgi harus ngeluarin ongkos buat pindahan atao naik pesawat jika tempatnya jauh...
Saat ini aku uda keliling di banyak kota... dimulai dari jakarta-kudus-purwakarta-jogjakarta-jakarta-bandung-purwakarta-jakarta lgi... capek khan?, tapi kudu dinikmatin aja broo..

seputar cerita koass atau dokter muda memang meninggalkan segudang cerita lucu yg jika diingat2ingat bisa bikin ketawa sndiri... mulai dari ketemu dokter bedah yang sedikit unik mood turun naik, dokter yang melankolis abiz, dokter kandungan yang cerewetnya minta ampun, ngalah2in si olga di tipi, hohoooho...dan banyak lagi konsulen2 dokter spesialin yang lucu-lucu dan ngeselin...

Banyak temanku yang mengeluh harus menjalani sebuah perjalan koas yang meletihkan, tpi dijalanin aja kata aku sih.. kita uda mutusin masuk kedokteran dan dalam hati berkomitmen untuk jadi dokter yang baik, tentunya semua harus melalui proses...  Cuma satu solusinya.. jalanin aja.. sukses slalu buat teman2 koass mau pun adik2 kelas yang masih kuliah... smoga semuanya jadi dokter yang benar2 dibutuhkan masyrakat.. amin..