Minggu, 29 April 2018

KD

Namanya Kristin Dominika, gadis manis berambut panjang yang baru kukenal beberapa bulan yang lalu, gadis pendiam dengan senyum indah dan ramah kepada siapapun. Dia seorang perawat iGD d salah satu rumah sakit tempatku bekerja. Ada sesuatu uang menarik dari dirinya yang belum pernah kutemukan di beberapa gadis yang sempat pernah dekat denganku. Yaitu kesederhanaan, kelembutan, dan yang utama dia gadis canrik berkulit bersih tapi tidak gengsi untuk membantu orang tuanya bertani.

Gadis manis ini yang mampu meruntuhkan kriteria lama yang selalu kujadikan standar untuk mencari calon pasangan hidup. Gadis2 yang sebelumnya dekat denganku rata2 pesolek, dan tongkrongannya mall dan resto high class, dan bukan auku toraja. Segalanya luluh ketika melihat gadis ini, lemah, tak bertumpu. Seolah saya melihat keindahan dari sudut pandang lain.

Berita buruknya, gadis ini akan menikah bulan depan, saya seolah berpegang pada akar yang rapuh, sebenarnya ketakutanku bukan karena takut jatuh ketika terlalu berharap padanya. Tapi yang lebih menakutkan aku, ketika calon pangerannya seorang yang berperangai kurang baik. Beberapa orang yang kutanya, semua mengatakan hal yang kurang enak didengar telinga tentang calonnya itu. Aku tak pernah berani untuk bilang bahwa diriku lebih baik dari calonnya. Tapi mendengar hal yang kurang baik tentangnya, rasa miris, kasihan, dan kehilangan Kristin sangat mengusikku. Diriku sungguh tidak rela dia akan menjalani hidupnya ke depan dengan lelaki semacam itu.

Ingin rasanya bertemu dengan orang tuanya mengingatkan hal2 prediksi kurang baik yang terjadi jika pernikahannya benar benar dilaksanakan bulan depa. Tapi banyak hal dan tantangan besar yang harus dihadapi, orangtuanya belum tentu menerimaku, dan yang lebih besar lagi dripda itu adalah keberatan dari pihak lelaki dan keluarganya. Apalagi secara adat, ada denda yang harus dibayar mahal bila membatalkan sepihak.

Diriku sungguh tak ikhlas gadis manisku mendapat suami lelaki yang tak pantas untuknya. Miris..
Rahasia hati Kristin yang sebenarnya terbaca olehku. Dia sebenarnya belum siap untuk menikah tapi entahlah apa yang membuatnya menerima lamaran itu di usianya yang masih sangat muda dan terkesan terburu buru Aku menyukai gadis ini di saat yang tidak tepat. Ketika semua harus berakhir.

Diriku sempat berpikir dangkal, hendak meminta Kristin menunda pernikahannya sambil memikirkan kembali, alasan untuk membatalkannya dengan lelaki itu. Tapi yang menjadi pertanyaanku yang sampainsekarang belum pernah kutanyakan karena berpikir sudah terlambat. Apakah Kristin juga ad perasaan padaku. Atau cuma beetepuk sebelah tangan? Bberaap kali ingin kuajak berbicara dari hati ke hati dan menanyakannya langsung. Sudah terlambatkah atau masih bs?

Ada banyak tembok keras yang hrs kutabrak bila keadaan ini dipaksakan, Gadis cantik ini tidak ingin keluarganya malu.. Sungguh hati yg mulia sebagai anak yang berbakti.
Dan menjelang pagi, hati semakin bingung... Apa demi gadis semacam ini akan kutabrak tembok keras yang menghalangi demi membuat Kristin terselamatkan dari masa depan yang bbrapa teman prediksi akan kurang baik, mengingat reputasi lelaki trsebut yang kedengarannya kurang sedap d telinga.... Pertanyaannya, apakah Kristin juga punya perasaan terhadapku??????? Apa yg mesti kuperbuat????


Tidak ada komentar: