Perjalanan panjang untuk menjadi seorang dokter, akhirnya tahun 2012 saya bisa menarik nafas panjang dengan lega saat pengucapan Lafal Sumpah dokter di hadapan para guru Kedokteran, orang tua, dan pemuka agama. Banyak kesan yang saya sudah lewati selama 1 tahun setengah.
Selama menjalani kepaniteraan (koass) sebagai dokter muda. Saya harus menjalani 1 kepaniteraan dasar, dan 13 stase kepaniteraan. Saya lulusan salah satu Fakultas Kedokteran Swasta terbaik di Indonesia. Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta. Model kepaniteraan kita cukup unik karena Universitas tempat kami menjalani pendidikan kerja sama dengan puluhan RS yang tersebar di Pulau jawa dan Lampung. Dimulai dari Kerpaniteraan Dasar di RSUD Koja selama2 minggu. Saya ngekost dengan 2 teman lainnya. dr. Abraham Massie, dr. Daniel. kamar kost dengan luas yang lumayan besar, kekurangannya adalah toiletnya tidak berbatas dinding tapi cuma tirai, jadi jika salah seorang dari kami ke toilet, bisa tercium sampai di kamar. Harga kostnya selama 5 minggu Rp.1. 500.000, kami patungan seorang Rp. 500.000,- kekurangan ketika kost di Koja adalah Loundrynya yang cukup mahal Rp. 6000 per kg, dan selesai 3 harian.
Setelah dari Koja, saya mendapat stase Radiologi di Kota Kudus, sampai di sana agak kaget menemukan kamar untuk koas cowok sangat kecil 9X6 meter diisi lebih dari 10 orang. untungnya masih berAC yang cukup dingin, yang paling mengganggu adalah koass mayor yang harus bangun subuh follow up pasien masing2 pasang alarm. Jadi bisa dibayangkan betapi ributnya kamar itu di pagi hari. Harga sewanya sangat murah, Rp. 500.000 per 5 minggu, karena saya kebagian cuma 2 minggu stase Radiologi, jadi bayarnya cuma Rp. 200.000,- . Makanan di Kudus sangat murah, hampir tiap hari ada yang datang d mess jualan makan. Rp. 5000 seporsi, di dekat RS juga ada penjual mie ayam super murah, pake ceker dan es jeruk cuma 6.000an, untuk kebutuhan sehari-hari di belakang RS ada Indomaret. dan untuk loundry juga sangat murah.. kalau Loundry d RS 2000 per Kg, kalau yang samping RS itu Rp. 2.500 per kg. 2 minggu di Kudus kurang memberikan kesan. karena sangat singkat. Setidaknya konsulen Radiologi sangat baik kepada kami.
Setelah itu stase kedua saya berangkat ke kota Purwakarta, stase Bedah dan anestesi RS Efarina Etaham (sekarang RS Siloam Purwakarta), di sana kami diwajibkan tinggal di mess RS khusus koass. Kamarnya lumayan besar, dengan kamar mandi dalam, yang membuat tidak nyaman adalah kasurnya yang tipis sehingga besi ranjang kerasa sampai punggung, puncak paling mengenaskan adalah ketika saya lagi jaga malam dan hujan deras, besok pagi waktu saya balik ke mess, alangkah kagetnya saya melihat kondisi kamar saya hancur, karena flavon atap runtuh, kasur dan lantai kamar jadi penuh kotoran, akhirnya atas pertimbangan itu saya minta sama pihak RS agar diberi kompensasi tinggal di luar mess. akhirnya saya memilih kost baru, dekat mess. Bapak kostnya ramah, sering memberi buah rambutan. ^^
Stase ketiga saya dapat 'Hadiah" setelah melewati stase berat Bedah, akhirnya dapat "Mata YAP Jogja", wuihh jalan2 lagi..di sana saya sekamar dengan 3 orang lainnya, dr. Jamal, dr. Renard, dan dr. Sucko.. hampir tiap hari kerjaan kita cuma jalan, di mess RS Mata Yap, walaupun sekamar berempat tapi ruangannya pakai AC, selain itu Loundrinya murah minta ampun. Rp 2.500 per kg.. saya selalu minta express karena harganya Rp. 3000 per kg, cuma beda 500.. Ini salah satu stase paling berkesan selain belajarnya santai, teman2nya juga asik, dr. Margareth Catarine, dr. Linggawati, sering ngajak jalan2..
Setelah stase Mata saya kebagian stase JIwa. Untuk pertama kalinya Ukrida dapat koass di RSKO Cibubur, Saya memilih untuk koass dekat kampus d tanjung duren, karena minggu pertama dan kelima kami kegiatannya di kampus, minggu kedua -keempat kegiatannya cukup jauh ke Cibubur, jadi saya harus bangun pagi2, untungnya cuma sampai hari jumat, setelah menimbang2 kahirnya saya putuskan kost d Tanjung duren. Pemilik kostnya namanya ko ferdi, kostnya lumayan minimalis, dengan penyekat dinding seperti tripleks, tapi dilengkapi dengan fasilitas AC Central dan kamar mandi bersama dengan air panas, Harganya cukup murahlah untuk ukuran mahasiswa. Rp. 700.000 per bulan. dilengkapi dengan CCTV jadi tempat ini tergolong aman dan nyaman, hampir semua penghuninya juga adik-adik kelas dari FK Ukrida.
Stase keempat saya Obgyn Bandung (RS Rajawali), di sini kami tinggal di mess RS yang terletak di lantai 3 Klinik bersalin. saya sekamar dengan dr. Christian Eliezar (teman satu stase) dan 1 nya lagi teman dari Malaysia koass IPD.
Kamarnya sangat luas dengan 3 bed ke samping, kamar mandi di dalam, wastafel memanjang, cerminnya sangat besar, kelemahannya adalah tidak memakai AC, jadi kami hanya dilengkapi dengan Kipas Besar Ruangan tergantung di atas. Mess RS Rajawali terletak di lantai 3 di Klinik Bersalin tempat kami sehari-hari beraktifitas, di lantai 2 adalah ruangan rawat inap kelas VIP dan ruangan bersalin, sementara di lantai dasar adalah poli spesialis. Jadi sebenarnya cukup nyaman karena tidak perlu lagi makan waktu di perjalananke RS. selain itu di dekat RS sangat banyak pilihan makanan, di samping Klinik juga ada Toko semacam Alfamart yang menjual banyak kebutuhan sehari-hari. Yang jadi masalah hanya ketika jaga malam, karena kita harus jaga di 2 tempat sekaligus, yaitu di IGD RS yang terletak di sebrang jalan seberang dai Klinik ( RS dan Klinik bersalin punya Rajawali dihubungkan oleh jembatan secara langsung yang melintas d atas jalan raya). Jadi agak repot karena bolak balik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar